Friday, November 29, 2013

CONTOH NORMALISASI PERPUSTAKAAN


  • Pengertian Normalisasi
Normalisasi adalah proses penyusunan tabel-tabel dalam sebuah basisdata agar tidak menjadi redundan (double) atau rangkap data, yang dapat menyebabkan data menjadi anomali (penyimpangan atau keanehan yang terjadi atau dengan kata lain tidak seperti biasanya)  pada saat terjadi operasi manipulasi data seperti tambah, ubah dan hapus.


  • Tahapan Dalam Normalisasi
Sampai saat ini tahapan dari normalisasi yang sudah ditemukan adalah sebagai berikut :
1. Bentuk Tidak Normal (UNF / Un-Normalized Form)
2. Bentuk Normal Pertama (1NF / 1st Normalized Form)
3. Bentuk Normal Kedua (2NF / 2nd Normalized Form)
4. Bentuk Normal Ketiga (3NF / 3rd Normalized Form)
5. Bentuk Normal Keempat (4NF / 4rd Normalized Form)
6. Bentuk Normal Kode Boyce (BCNF / Boyce Code Normal Form)

Namun dalam prakteknya untuk menormalisasi tabel-tabel dalam basisdata hanya sampai pada Normalisasi bentuk ketiga (3NF / 3rd Normal Form).


  • Studi Kasus
Pada sebuah Perpustakaan buku "ISTANA BUKU" terdapat dokumen dasar yaitu dokumen masukan dan dokumen keluaran sebagai berikut :

a. Dokumen Masukan




b. Dokumen Keluaran





  • Normalisasi-nya
1. Bentuk Tidak Normal (UNF)
Syarat :
Masukan semua atribut yang ada pada dokumen dasar (Dokumen Masukan dan Dokumen Keluaran) pada satu himpunan.
Langkah :
Masukan semua atribut yang ada pada dokumen masukan (Form Data Anggota, Form Data User dan Form Buku) dalam satu himpunan.


2. Bentuk Normal Pertama (1NF)
Syarat :
- Tidak ada baris yang duplikat
- Masing  masing Cell atau Atribut bernilai tunggal
Langkah :
- Hapus / Buang atribut yang duplikat (pada kotak merah) yang ada pada Bentuk Tidak Normal (UNF) menjadi Cell yang bernilai tunggal pada himpunan baru Normalisasi Bentuk Pertama (1NF).
- Tentukan atribut yang akan dijadikan Candidate Key (Calon Kunci yang akan menjadi Kunci Utama).


          Gbr. Bentuk Tidak Normal           Gbr. Bentuk Normal Pertama

Keterangan :
* Candidate Key


3. Bentuk Normal Kedua
Syarat :
- Sudah dalam bentuk Normal Pertama.
- Semua atribut yang tidak termasuk dalam Primary Key memiliki ketergantungan fungsional pada Primary Key secara utuh.
Langkah :
Buat tabel baru dengan setiap himpunan yang saling ketergantungan secara fungsional antara atribut Primary Key dan atribut bukan kunci (atribut yang tidak memiliki kunci).


Grb. Bentuk Normal Pertama                  Gbr. Bentuk Normal Kedua


4. Bentuk Normal Ketiga (3NF)
Syarat :
Menghilangkan anomali-anomali hasil dari ketergantungan fungsional.
Langkah :
- Sudah dalam bentuk Normal Kedua
- Pisahkan atribut yang merupakan atau menjadi atribut detail (tidak tergantung secara langsung kepada atribut Primary Key). Pisahkan atribut (pada kotak merah) dari himppunan / dari tabel asal pisahkan ke tabel baru.


Gbr. Bentuk Normal Kedua               Gbr. Bentuk Normal Ketiga.